Pernah melihat buah yang sekilas mirip durian, tetapi ternyata bukan durian? Buah tersebut bisa jadi adalah Lai, salah satu buah khas Kalimantan yang masih berkerabat dekat dengan durian.
Lai atau Durian Lai memiliki nama ilmiah Durio kutejensis. Bentuk buahnya memang sekilas menyerupai durian, tetapi Lai memiliki sejumlah ciri khas yang membuatnya mudah dibedakan, terutama dari warna daging buah, tekstur, rasa, dan aromanya.
Menariknya, penelitian terhadap berbagai kultivar Lai dan durian menunjukkan bahwa karakter fisik, kimia, serta sensori keduanya memang memiliki perbedaan.
Apa Itu Buah Lai?
Lai adalah buah dari spesies Durio kutejensis yang dikenal sebagai salah satu jenis Durio yang berasal dari wilayah Kalimantan. Buah ini cukup dikenal di Kalimantan Timur dan memiliki berbagai kultivar lokal, seperti Batuah, Merah, Mahakam, Kutai, Gincu, dan Mas.
Walaupun masih satu genus dengan durian, Lai bukan sekadar nama lain untuk durian biasa. Lai merupakan spesies tersendiri dalam genus Durio.
Salah satu ciri yang menarik perhatian adalah warna daging buahnya. Daging Lai dapat memiliki warna kuning, jingga, hingga kemerahan, sedangkan daging durian yang umum dijumpai cenderung berwarna putih kekuningan hingga kuning.
Selain itu, Lai dikenal memiliki aroma yang relatif lebih ringan dibandingkan durian. Penelitian mengenai senyawa aroma juga menemukan adanya perbedaan komposisi senyawa volatil antara Lai dan durian.
Perbedaan Buah Lai dan Durian
Meskipun sama-sama termasuk genus Durio, Lai dan durian memiliki sejumlah perbedaan.
| Perbedaan | Lai | Durian |
|---|---|---|
| Nama ilmiah | Durio kutejensis | Durio zibethinus |
| Persebaran | Terutama dikenal dari Kalimantan | Tersebar luas di Asia Tenggara |
| Warna daging | Kuning, jingga hingga kemerahan, tergantung kultivar | Umumnya putih kekuningan hingga kuning |
| Tekstur | Cenderung lebih padat, lembut, dan relatif kering | Umumnya lembut dan lebih basah/berair |
| Rasa | Manis dengan karakter khas Lai | Manis dengan cita rasa khas durian |
| Aroma | Cenderung lebih ringan | Umumnya lebih kuat dan khas |
| Warna kulit matang | Dapat berubah menjadi kekuningan | Umumnya hijau hingga kekuningan, tergantung varietas |
| Biji | Bervariasi menurut kultivar | Bervariasi menurut varietas |

Perlu diperhatikan bahwa karakter buah dapat berbeda antar-kultivar. Penelitian terhadap beberapa kultivar Lai dan durian di Indonesia juga menunjukkan adanya variasi yang cukup besar dalam rasa, tekstur, warna, kadar gula, serta komposisi kimianya.
Perbedaan Warna dan Bentuk Buah Lai vs Durian
Sekilas, Lai memang bisa membuat orang mengira bahwa buah tersebut adalah durian. Bentuk buah dan kulit berduri menjadi salah satu penyebabnya.
Namun, jika diperhatikan lebih dekat, Lai memiliki karakter kulit yang berbeda. Pada beberapa Lai, kulit buah matang dapat terlihat lebih kekuningan dan bentuk buahnya dapat bervariasi dari bulat hingga memanjang.
Perbedaan yang lebih mudah terlihat justru setelah buah dibelah.
Daging buah Lai biasanya memiliki warna yang lebih mencolok, mulai dari kuning hingga jingga atau kemerahan tergantung kultivarnya. Penelitian terhadap beberapa kultivar Lai menemukan warna daging yang lebih kuat dibandingkan daging beberapa kultivar durian yang diteliti.
Sementara itu, daging durian pada umumnya berwarna putih kekuningan hingga kuning, meskipun warna tersebut juga dapat berbeda antarvarietas.
Perbedaan Rasa dan Aroma Lai dengan Durian
Salah satu alasan Lai menarik untuk dicoba adalah karakter aromanya.
Jika durian terkenal dengan aromanya yang kuat dan khas, Lai umumnya memiliki aroma yang lebih ringan. Penelitian mengenai senyawa volatil pada beberapa kultivar Lai dan durian menunjukkan bahwa keduanya memiliki profil senyawa aroma yang berbeda.
Dari segi rasa, Lai dapat terasa manis dan memiliki karakter khas tersendiri. Beberapa kultivar Lai dalam penelitian bahkan menunjukkan karakter rasa manis dan tekstur yang lebih lengket atau padat.
Jadi, apakah Lai terasa seperti durian?
Ada kemiripan karena keduanya masih berkerabat dekat, tetapi rasa dan aromanya tidak persis sama. Karakter Lai cenderung memiliki keunikan tersendiri dan tidak bisa dianggap hanya sebagai durian dengan nama berbeda.
Mana yang Lebih Manis, Lai atau Durian?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak bisa dijawab hanya dengan mengatakan bahwa salah satunya selalu lebih manis.
Mengapa? Karena tingkat kemanisan dipengaruhi oleh varietas atau kultivar, tingkat kematangan, serta kondisi buah.
Dalam penelitian terhadap beberapa kultivar Lai dan durian, karakteristik gula dan rasa menunjukkan variasi yang cukup besar. Beberapa kultivar Lai memiliki kandungan gula dan tingkat kemanisan yang tinggi, tetapi tidak berarti semua Lai pasti lebih manis daripada semua durian.
Jadi, jika ingin membandingkan kemanisan, sebaiknya perbandingan dilakukan pada kultivar dan kondisi buah yang setara.
Apakah Lai Termasuk Durian?
Lai bukan durian biasa, tetapi masih berkerabat dekat dengan durian.
Lai memiliki nama ilmiah Durio kutejensis, sedangkan durian yang umum dikenal memiliki nama ilmiah Durio zibethinus. Keduanya sama-sama berada dalam genus Durio.
Jadi, jika ada yang menyebut Lai sebagai “durian”, istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai penyebutan umum karena kemiripan bentuk dan kekerabatannya. Secara botani, Lai dan durian merupakan spesies yang berbeda.
Hal yang juga perlu dibedakan adalah istilah “Lai Durian” yang dalam beberapa penelitian dapat merujuk pada tanaman hasil persilangan D. zibethinus dan D. kutejensis. Tanaman hasil persilangan tersebut memiliki karakter gabungan dari kedua induknya.
Cara Membedakan Lai dan Durian Saat Membeli
Kalau belum terbiasa melihat Lai, beberapa hal berikut dapat membantu:
1. Perhatikan bentuk dan kulit buah
Lai memiliki bentuk yang bisa menyerupai durian, tetapi warna kulit dan bentuk buahnya dapat memberikan petunjuk.
2. Perhatikan warna buah
Jika sudah dibelah, warna daging Lai biasanya menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali. Warnanya dapat terlihat kuning, jingga, atau kemerahan tergantung kultivar.

3. Cium aromanya
Lai umumnya memiliki aroma yang lebih ringan dibandingkan durian sehingga tidak terlalu menyengat.
4. Perhatikan teksturnya
Daging Lai pada beberapa kultivar cenderung lembut tetapi lebih padat dan relatif kering dibandingkan karakter durian tertentu.
5. Jangan hanya mengandalkan satu ciri
Karena Lai dan durian memiliki banyak varietas serta kultivar, bentuk, warna, rasa, dan teksturnya dapat bervariasi. Lebih baik melihat beberapa ciri sekaligus.

1. Apakah Lai sama dengan durian?
Tidak. Lai (Durio kutejensis) dan durian (Durio zibethinus) merupakan spesies yang berbeda, tetapi keduanya masih berada dalam genus Durio.
2. Apa perbedaan Lai dan durian yang paling mudah dilihat?
Salah satu perbedaan yang mudah dikenali adalah warna daging buah dan aromanya. Lai dapat memiliki daging berwarna kuning hingga jingga atau kemerahan dan aromanya cenderung lebih ringan.
3. Apakah aroma Lai lebih ringan daripada durian?
Ya, secara umum Lai dikenal memiliki intensitas aroma yang lebih rendah dibandingkan durian. Penelitian profil aroma juga menemukan perbedaan komposisi senyawa volatil antara Lai dan durian.
4. Apakah rasa Lai mirip durian?
Ada kemiripan karena keduanya masih berkerabat dekat, tetapi rasa Lai memiliki karakter tersendiri. Tingkat kemanisan dan teksturnya juga dapat berbeda antar-kultivar.
5. Dari mana asal buah Lai?
Lai merupakan salah satu spesies Durio yang berasal dari wilayah Kalimantan dan dikenal luas sebagai buah lokal, khususnya di Kalimantan Timur.
Jadi, Lai dan durian memang terlihat mirip, tetapi keduanya bukan buah yang sama.
Lai atau Durio kutejensis memiliki karakter khas yang membedakannya dari durian Durio zibethinus. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari warna daging, tekstur, rasa, serta terutama aroma buahnya.
Menariknya, Lai juga menunjukkan keragaman karakter antar-kultivar. Ada Lai dengan warna daging yang lebih jingga, rasa manis, tekstur padat, dan aroma yang relatif ringan.
Dengan keunikannya tersebut, Lai menjadi salah satu buah lokal Kalimantan yang menarik untuk dikenali. Jadi, kalau suatu saat melihat buah yang mirip durian tetapi memiliki daging berwarna lebih cerah dan aroma yang lebih ringan, bisa jadi yang sedang kamu lihat adalah Lai.
“Sudah pernah mencoba buah Lai?“










